LEBIH DEKAT BERSAMA ZEN ZAINUL

Menjadi Penggiat Anti Rokok
Aktivitas dan kreatifitas bagi seorang Zen Zainul seolah tak ada habisnya, setelah tahun lalu ia berhasil memecahkah rekor spektakuler “Rajaduet” MURI (www.zenzainul.blogspot.com) di bidang seni yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bekasi, warga Jatiasih itu kini berupaya untuk berkiprah dalam bidang sosial kemasyarakatan, bersama dengan beberapa kolega almamaternya di Universitas Indonesia, Zen mendirikan sebuah LSM berskala internasional, yaitu The Community of Bioethics and Anti Tobacco, atau ComBAT Indonesia. Zen yang duduk sebagai Direktur Eksekutif di organisasi nirlaba ini berupaya untuk menjadi penggiat antirokok di Indonesia. Ide ini muncul didasarkan atas keprihatinannya terhadap semakin meluasnya konsumen rokok, khususnya di tingkat remaja usia sekolah, maka Zen-pun bertekad untuk memotong matarantai “generasi perokok” dengan mengkampanyekan gerakan antirokok dibawah bendera ComBAT Indonesia yang diusungnya. Zen tentu tidak sendiri, ada banyak LSM sejenis yang berperan serta mensosialisasikan tentang bahaya merokok bagi kesehatan dan dampaknya terhadap polusi udara. namun bagi Zen, “mencegah” adalah lebih baik daripada sekedar “mengobati”, dalam arti ComBAT Indonesia cenderung lebih concern kepada berbagai upaya pencegahan terhadap tumbuhnya para perokok baru (new smokers) di kalangan anggota masyarakat, khususnya remaja usia sekolah.
Combat Indonesia
Zen melalui ComBAT Indonesia (www.combat2005.blogdrive.com) mensinyalir bahwa tabiat untuk memulai, meniru serta mencari identitas baru bagi pergaulan remaja, salahsatunya menjurus mencoba-coba untuk merokok, dan itu dipengaruhi oleh banyak faktor, pertama adalah lingkungan keluarga yang satu atau lebih anggota keluarganya menjadi perokok aktif, kedua adalah lingkungan pergaulan di sekolah dan pertemanan di luar sekolah yang didominasi oleh para perokok, dan yang ketiga adalah adanya pengaruh iklan rokok yang bertebaran dimana-mana, baik melalui media massa maupun baliho di jalan-jalan. Untuk itu ComBAT Indonesia mencoba melakukan sebuah proses pencegahan agar ketiga hal tersebut diatas tidak semakin meluas dampaknya. Mengapa justru lebih fokus pada gerakan anti rokok ?, Zen mengungkapkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa rokok, alkohol dan psikotropika adalah “pintu gerbang” kearah kejahatan narkoba (the gateway of drugs), data juga menunjukkan bahwa 70% jenis narkoba yang dikonsumsi di Indonesia adalah ganja. Penelitian lain menunjukkan bahwa 90 persen lebih pecandu narkoba adalah berawal dari perokok aktif. Mudarat rokok pada kenyataannya sangat banyak. Rokok mengandung 4000 zat berbahaya bagi tubuh manusia, bahkan nikotin yang dikandung rokok memiliki efek adiktif (kecanduan) yang tiada bedanya dengan narkoba. Di Indonesia 62% penduduk pria adalah perokok dan 10% lebih anggaran rumah tangga “dibakar” alias digunakan untuk pengeluaran rokok.
Fokus Bagi Remaja
Berbagai kampanye antirokok menjadi marak, berpacu dengan semakin banyaknya iklan-iklan rokok, namun kampanye tersebut agaknya kurang efektif jika tidak dibarengi oleh sanksi yang tegas di sisi legal. DI DKI misalnya, Gubernur Sutiyoso telah mengeluarkan Perda no 2/2005 tentang pengendalian pencemaran udara, yang salahsatunya berisi larangan merokok di tempat tempat umum (public sphere), sanksinya adalah penjara maksimum 6 bulan atau denda maksimum Rp 50 juta !. Bagaimana dengan pemkot Bekasi ?, mudah-mudahan upaya yang sama juga telah dirancangkan. Sebagai warga Bekasi, Zen Zainul merasa tertantang untuk melakukan langkah-langkah preventif yang paling efektif sebagai bagian dari kampanye anti rokok. Menurut seniman asal Muntilan-Jateng ini, ComBAT Indonesia memiliki visi dan misi sosial dengan dua target, yakni melakukan pendekatan sosial berupa ajakan terhadap masyarakat umum untuk melaksanakan gaya hidup sehat, agamis dan beretika sosial (Divisi BIOETHICS) dan mencegah remaja usia sekolah masuk dalam perangkap generasi perokok baru. Untuk itu ComBAT Indonesia membangun divisi GERAK atau Gerakan Remaja Anti Rokok, dengan mencanangkan pelbagai kegiatan positif remaja agar terhindar dari kecenderungan kecanduan rokok. Kegiatan positif tersebut diantaranya adalah pentas seni,lomba poster, dan karya tulis tentang bahaya rokok, termasuk menerbitkan buku pedoman pencegahan bahaya rokok bagi generasi muda.
Dukungan Pemkot Bekasi
Guna melaksanakan misi sosial ComBAT Indonesia Itulah, Zen Zainul mengharapkan partisipasi seluruh anggota masyarakat, khususnya di lingkungan pemerintahan Kota Madya Bekasi untuk mendukung kegiatan ini. Dalam hal ini wilayah Bekasi akan dijadikan sebuah proyek percontohan (pilot project) nasional bagi usaha mengkampanyekan gerakan pencegahan perokok baru dengan fokus remaja usia sekolah. Untuk itu ComBAT Indonesia dalam waktu dekat akan menerbitkan buku saku pedoman pencegahan remaja usia sekolah dari pengaruh bahaya rokok sekaligus mencegah remaja untuk menjadi perokok aktif yang baru. Kelak buku ini akan dibagikan secara gratis kepada siswa-siswi SD dan SMP serta orang tua/wali siswa untuk lebih memahami tentang bahaya merokok dan efek berantainya di kemudian hari. Buku saku tersebut menurut rencana akan menjadi pedoman bagi sekolah-sekolah (khususnya SD-SMP) di seluruh Indonesia untuk menjadi informasi rujukan agar generasi muda Indonesia bebas dari segala macam kontaminasi zat-zat adiktif hingga mampu menjalani hidup secara sehat hingga usia lanjut. Rokok, betapapun lebih besar mudarat ketimbang manfaatnya, untuk itu mari kita mulai pengawasan putera-puteri kita dari lingkungan terkecil masyarakat, yaitu keluarga hingga lingkungan sekolah , agar lingkungan kita bersih, bebas dari polusi, cegah merokok hingga bebas dari NARKOBA, semoga !






