Ir.ZEN ZAINUL

Executive Director, The Community of Bioethics and Anti Tobacco-COMBAT Indonesia, Jakarta E-mail : rajaduet@yahoo.com or combat_indonesia@yahoo.co.id

Wednesday, June 29, 2005

ZEN ZAINUL, Ir

Misi ComBAT Indonesia
UPAYA MELAWAN GATEWAY DRUGS

Oleh Ir Zen Zainul

Direktur Eksekutif ComBAT Indonesia,Jakarta, Alumnus FT-UI, Depok.
(HTTP//
www.zenzainul.blogspot.com ).



Kejahatan narkotika dan zat-zat adiktif lainnya kini semakin mengemuka, tampaknya tak ada satu negarapun di dunia ini yang berhasil membasmi kejahatan ini sampai keakar-akarnya. Konon di AS sendiri, negeri yang paling gencar melawan kejahatan ini, terdapat 13,5 juta pengguna aktif narkoba. Sementara di Indonesia, menurut data Badan Narkotika Nasional-BNN dan Puslitkes UI, 2004 saat ini diperkirakan terdapat 3,2 juta pengguna aktif narkoba dengan ongkos ekonomi sebesar Rp 23,35 triliun pada tahun 2004. Sementara di tahun yang sama 15.000 orang meninggal karena masalah ini. Saat ini kita tak bisa menutup mata terhadap kenyataan bahwa negeri ini tak sekedar menjadi tempat transit dan peredaran gelap narkoba, namun sudah menjadi produsen.

Upaya penegakan hukum guna melawan kejahatan transnasional ini terus dilakukan oleh pemerintah. Akan tetapi masih banyak kendala di lapangan untuk memberantas kejahatan narkoba, antara lain karena kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Oleh sebab itulah sebagai bagian dari anggota masyarakat yang peduli pada maraknya penyakit masyarakat ini, kita perlu mendukung dan memberikan kontribusi yang konstruktif dan efektif untuk dapat bersama-sama pemerintah, menggalang kekuatan melawan kejahatan narkoba sampai ke akar-akarnya. Perlawanan terhadap kejahatan narkotika dan psikotropika tentu lebih efektif antara lain dengan membangun sistem pertahanan moral anak bangsa, khususnya generasi muda melalui langkah-langkah persuasif mencegah mereka untuk “membuka gerbang” kejahatan ini.

Misi ComBAT
Sejarah sosio kultural Indonesia yang akrab dengan zat-zat psikoaktif, baik penggunaan candu, stimulant seperti pinang dan alkohol, ganja serta luasnya dan bebasnya penggunaan gateway drugs atau pintu gerbang utama NAPZA yaitu rokok, tampaknya harus menjadi ekstra perhatian kita bersama sebagai basis memerangi kejahatan narkoba secara lebih efektif. Untuk itulah perlu dilakukan kontrol yang ketat terhadap gateway drugs, yaitu tembakau, alkohol dan psikotropika. Atas dasar pemikiran itulah maka The Community of Bioethics and Anti Tobacco atau ComBAT Indonesia yang bermarkas di Jakarta bertekad mendukung dan siap membantu pemerintah pusat maupun daerah untuk melawan kejahatan narkotika hingga ke tingkat akar rumput, melalui serangkaian program dan agenda kerja yang terfokus pada usaha-usaha membentengi generasi muda dengan gaya hidup sehat, agamis, dan menghindarkan diri dari mendekati pintu gerbang kejahatan narkoba, khususnya rokok.

Rokok Menuju Narkoba?
ComBAT Indonesia mensinyalir bahwa tingkat usia yang paling rawan disusupi barang laknat narkotika adalah pada usia dibawah 29 tahun. Di tingkat sekolah, di level SMP adalah “pintu pertama” dari gateway drugs, dimana rata-rata usia sekolah tersebut berperilaku serba ingin mencoba-coba sesuatu dan usia krisis identitas, sehingga peran orang tua dan anggota masyarakat diperlukan sebagai benteng bagi mereka agar tidak terjebak kepada tindakan bodoh mengkonsumsi narkoba, dengan start awal mengkonsumsi rokok, dan alkohol misalnya. Salahsatu agenda kerja utama ComBAT Indonesia adalah melakukan kampanye gerakan anti rokok dan kampanye ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia melalui berbagai acara yang menarik minat remaja semisal pentas seni, seminar hingga penerbitan buku-buku khusus guna menjadi acuan bagi remaja Indonesia untuk lebih menghargai etika hidup dan pola hidup sehat, bebas dari segala macam kontaminasi zat-zat psikoaktif dan adiktif.

Rekomendasi
Salahsatu rekomendasi dari The National Drugs and Alcohol Research Centre, University of New South Wales 2001, telah mengilhami ComBAT Indonesia untuk melakukan gerakan sistematis memblokir “pintu gerbang” narkoba ini, yang utama yaitu menghimbau pemerintah terus melakukan control terhadap gateways drugs, khususnya rokok (tembakau), karena kombinasi diantara rokok, ganja dan alkohol akan menyeret anak-anak kita menuju life-style drugs, gaya hidup kecanduan narkoba (junkies). Oleh karenanya masyarakat, khususnya unit-unit keluarga di Indonesia diharapkan bisa mendukung upaya-upaya ini dan juga para guru di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. SMS presiden SBY (9949) pada 28 Juni 2005 lalu yang disebar ke banyak pengguna ponsel di tanah air dalam rangka hari anti anti-madat sedunia perlu kita maknai dengan tindakan nyata, “Stop penyalahgunaan dan kejahatan narkoba sekarang, mari kita selamatkan dan bangun bangsa kita menjadi bangsa yang sehat, cerdas dan maju !”.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home